Friday, October 26, 2007

Souveniro de Wonosobo [Smuda Colleague 3IPA_1 Enthalphy 2002 Generation]

APA KABAR SMA NEGERI 2 WONOSOBO
(Oleh Okasatria
Novyanto)


Ketika saya pulang kampung ke Wonosobo pada Liburan Idul Fitri Kemarin. Saya menyempatkan diri melihat SMA Negeri 2 Wonosobo.
Sebagai salah satu Alumni SMA Negeri 2 Wonosobo l
ulusan tahun 2002, ada perasaan bangga dan kagum setelah melihat perkembangan infrastruktur di Lingkungan SMA Negeri 2 Wonosobo yang sangat pesat sekarang ini, mulai diri gedungnya yang Megah sampai penambahan fasilitas Laboratorium Informasi dan Teknologi.
Sejenak saya teringat masa lalu, masa-masa indah dimana kami masih duduk dibangku SMA. Disekolah ini, saya bertemu dengan orang-orang hebat yang mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap dunia Pelestarian Lingkungan Hidup, Kepramukaan, Kepalangmerahan, Keolahragaan, Kependidikan, dll.
Masih hangat dalam ingatan saya, ketika kami mula
i “merintis ulang” aktifitas Organisasi Pramuka, Osis, Rohani Islam (Rohis) dan Pala. Sungguh bukan perjuangan yang ringan dan tanpa hambatan. Disana, saya bertemu dengan Eko Sudarmono, Ifo Afiyanto, Fajar Arif Hidayat, Gunawan Wibisono, Eko Sundawa dan (Alm) Rahma Agung. Mereka merupakan kenalan saya saat Lomba Tingkat Pramuka Penggalang di Kabupaten Wonosobo dan mereka-lah yang berhak berangkat ke Lomba Tingkat Penggalang Propinsi Jawa Tengah karena Kwaran Mojotengah yang diwakili oleh regu kami kebetulan hanya menempati peringkat ke-2. Di SMU Negeri 2 Wonosobo-lah semua sumber-sumber potensial tersebut dipertemukan untuk bersama-sama membangun kembali aktifitas kesiswaan yang sudah Vakum dan jalan ditempat beberapa lama.
Ketika saya dan Dyah Indra Pratiwi diamanahi sebagai Pradana Pramuka Surapati-Mustakoweni, sempat tersirat idealisme untu
k menjadikan Pramuka sebagai organisasi kepanduan yang handal, profesional, edukatif dan jauh dari kesan senioritas serta mempunyai Gedung pertemuan (Sanggar Pramuka) sendiri. Kemudian saya digantikan oleh Ifo Afiyanto sebagai Pradana Pramuka karena saya ternyata diamanahi sebagai Ketua OSIS SMA Negeri 2 Wonosobo Periode 2000-2001. Meskipun demikian, saya bersama-sama dengan mereka ditambah dengan Tofik Nurudin, Mawan Hindarko, Dedy Mualana (Siswa Pindahan dari SMA Negeri 1 Giri-Banyuwangi), Siwi, Budi Aryani, Fatma Khotimatus Sa’adah, Joko “Mbeler”, Bondet, Dewi Ambarwati, Lilis Setyowati, Mikha, Kiki, Ahmad Afan, dll. tetap aktif berusaha mengatifkan kegiatan dan mengembangkan Pramuka di SMA Negeri 2 Wonosobo, mulai dari pengadaan peralatan dan perlengkapan baru hingga pengadaan Kegiatan Perjalanan Malam. Memang ada beberapa program yang belum sempat dilaksanakan, misalnya : Tegak Karya Manunggal. Hal ini terjadi karena tidak dapat dipungkiri lagi bahwa “Orang-orangnya” Pramuka kebetulan secara otomatis sama dengan “orang-orangnya’’ OSIS, juga termasuk Orang-orangnya Rohis (Remaja Masjid) dan juga beberapa “orang-orangnya” PMR. Jadi kami harus adil dalam “menaungi” organisasi kesiswaan mengingat multi fungsi dan multi peran dari para pengurusnya. Memang ada suatu keprihatinan pada diri kami saat itu dengan minimnya semangat berorganisasi dari para siswanya. Dari kurang lebih 600 siswa SMU Negeri 2 Wonosobo saat itu yang benar-benar aktif dalam OSIS, Pramuka, PMR dan Rohis tidak kurang dari 10 orang. Sungguh suatu yang ironis. Jika alasan adanya kegiatan OSIS, Pramuka dan PMR itu sangat mengganggu prestasi akademis juga tidak selamanya benar karena pada kenyataannya dari tahun 2000 hingga 2002 kebanyakan pengurus OSIS menempati 5 besar di kelas masing-masing bahkan Nilai tertinggi dalam setiap Catur Wulan pasti diraih salah seorang pengurus OSIS, ada juga yang sampai mendapatkan PMDK Teknik Mesin UNDIP (Maaf, namun tidak saya ambil) dan mengikuti olimpiade Fisika, Biologi dan Kimia di tingkat Propinsi Jawa Tengah dan juga masih banyak segudang prestasi akademis-non akademis lainnya yang intinya mematahkan hipotesis bahwa adanya kegiatan OSIS, Pramuka dan PMR itu sangat mengganggu prestasi akademis.
Masih hangat dalam ingatan saya pula, ketika kunci
ruangan OSIS kami terima pada bulan September 2000. Ruangan langsung kami buka ternyata ruangan OSIS tidak ubahnya seperti tempat sampah dan gudang. Meja-kursi yang terbuat dari kayu jati tampak banyak coret-coretan dan jorok. Koran bekas ada dimana-mana, alat-alat pertukangan berserakan dimana-mana bahkan CD pakaian dalam juga tergantung disalah satu sudut ruangan. Belum lagi kondisi ruangan yang tanpa jendela (pengap) mirip sebuah jeruji penjara serta fasilitas keorganisasian yang minim dengan hanya sebuah mesin ketik “JADUL”, lemari usang, dll. menambah kesan buruk dan tidak layak bagi sebuah kepengurusan “OSIS” saat itu. Banyak spekulasi muncul dari benak kami, sebenarnya yang bermasalah itu siswanya ataukah pihak Sekolah yang tidak menyediakan kelengkapan organisasi yang memadai demi kalangungan fungsi organisasi ? Akh, pusing amat dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Yang jelas apa yang bisa kita lakukan hari ini, ayo kita lakukan bersama-sama itula semangat kami. Terus terang saya sangat bangga dapat bekerja sama denga Tofik Nurudin, Ifo Afiyanto, Fajar Arif Hidayat, Eko Sudarmono, Mawan Hindarko, Dedy Maulana, Dyah Indra Pratiwi, Budi Aryani dan (Alm) Rahma Agung atas loyalitas dan dedikasinya dalam membangun ulang “OSIS SMA Negeri 2 Wonosobo pada tahun 2000-2001. Perjuangan kita memang melelahkan dan menguras banyak energi serta waktu, namun cobalah lihat hasilnya sahabat! Kita memang tidak menikmati fasilitas-fasilitas Istimewa layaknya pengurus-pengurus OSIS sekolah lainnya. Tapi kita “digembleng” untuk mandiri dan survive dalam segala hal meski dengan fasilitas yang sangat minim dan tidak memadai. Namun, ada semacam kepuasan dan kebanggaan tersendiri pada diri kita dapat bertindak sebagai perintis ulang organisasi-organisasi kesiswaan yang saat itu vakum dan jalan ditempat.
Terimakasih pula untuk Bapak Wijonarko, Bapak Hendro, Ibu Susy, Bapak Karim, Ibu Tri (Guru BP) dan Ibu/Bapak Guru lainnya yang telah mendampingi kami baik selama duduk di SMA Negeri 2 Wonosobo maupun saat-saat awal kami mem
asuki bangku Kuliah.












8 comments:

klaten punya polisi said...

allow....
lam kenal dulu deh,podo2 cah wonosobo....
hehe....

kalo ada all about smuda sobo kirim ya ke emailku di arief.budi_h@yahoo.com

aku alumni smuda 1994

Irfan Setiawan said...

alow, salam kenal mas
aku juga wong wonosobo iki,
boleh nanya kabarnya mawan hindarko gimana sekarang?
temen smpku dulu
salam ya mas kalo ketemu, & kalo dia masi inget aku juga

Irfan
cah kertek

setya said...

Sugeng pinanggihan,....ndherek nepangaken kula Setya Amrih Prasaja, Alumni SMADA lulusan tahun 1999, namung badhe ndherek matur mugi para Kangmas, mbakyu, dimas kersaha pinarak dhateng www.smada-zobo.jimdo.com
matur thankyu

Anonymous said...

HALO para alumni SMADA dari tahun berapapun aku butuh data kalian silahkan daftar di www.smada-zobo.jimdo.com
thanks

Kang Amrih said...

Thanks udah ikut memoles cikal SMA 2, Alhamdulillah tahun ini 100% lulus.

Anonymous said...

kulonuwon, mas Oka, lam kenal, kulo Somad, kulo sih tiyang Cilacap, tapi garwone kulo tiyang Krasak, nggeh angkatane sampeyang teng SMUda lulusan taun 2002, namine Siti Baniyah, pancen kota Wnsbo ngangeni nggeh Mas.......

Okasatria Novyanto said...

to Mas Somad : Siti Baniaha ya aku kenal. Dia to lho temen satu kelasku baik saat SMP maupun sudah SMA he..he.. Siti Baniah yang rumahnya Krasak tho?? wes.. salam ya ntuk dia...he..he.. ^_^

Icak's said...

Pige ka', cah tertib sak SMA.
iki Arif Wicaksono IPA2, Blognya sangat bagus ayo kembangin silaturahmi. Wonosobo is the best city