Saturday, August 15, 2009
Friday, July 31, 2009
SMA Negeri 2 Wonosobo Berduka [Berita Lelayu]
Inna Lilahi Wa Inna Ilaihi Roji'un
Tadi Malam saya Menerima Berita dari seorang Sahabat bahwa Bapak Slamet Sukarno (Mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Wonosobo) telah Meninggal Dunia pada Hari Jum'at 31 Juli 2009 Pukul 19.00 WIB.
Semoga Amal Ibadah Beliau diterima disisi-Nya dan Segala dosa serta kesalahan beliau diampuni oleh-NYA.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran.
Dan kami mewakili Alumni SMA Negeri 2 Wonosobo turut Berbela sungkawa atas meninggalnya Beliau. Semoga Allah Subkhanahu Wata'ala memberikan tempat yang terbaik disisinya, Amin..Amin... Ya Robbal 'alamin.
Read More......
Posted by
Okasatria Novyanto
at
11:57 PM
0
comments
Saturday, April 11, 2009
Sepenggal Kisah di SMA Negeri 2 Wonosobo (2002)
Untuk Dikenang
Ingat Aku, Saat Kau Lewati………
Jalan Ini, Setapak Berbatu.
Kenang Aku, Bila Kau Dengarkan……
Lagu Ini, Terlantun Perlahan
Barisan Puisi Ini …..
Adalah Yang Aku Punya ……
Mungkin Akan Kau Lupakan ……
Atau Untuk Dikenang.
Ingat Aku Bila Kau Terasing……..
Dalam Gelap Keramaian Kota
Tulisan DariKu Ini……
Mencoba Mengabadikan …….
Mungkin Akan Kau Lupakan ……
Atau Untuk Dikenang.
Doakanlah Aku Malam Ini
Sebelum Kau, Mengarungi Malam
Read More......
Posted by
Okasatria Novyanto
at
5:41 AM
0
comments
Friday, April 3, 2009
Aplikasi logam Baru Berbasiskan Fe
Pengembangan produk dari High Strenght Microalloyed dan Thermomechanically rolled steel grade
Okasatria Novyanto
http://okasatria.blogspot.com
ABSTRAK
Continues Improvement Process (CIP) sekarang sedang banyak diterapkan diberbagai kalangan industri. Baik itu pada tingkatan supplier, vendor maupun maker. Satu hal yang tidak dapat lepas dari program CIP tersebut adalah adanya penelitian terhadap produk yang dihasilkan oleh produsen tersebut, baik ditinjau dari segi Engineering design, Quality maupun ekonomi.
Voestalpine Stahl GmbH sebagai salah satu produsen baja kelas dunia telah melakukan penelitian untuk menghasilkan suatu jenis baja konstruksi yang mempunyai kekuatan tinggi dan diimbangi dengan kemampuan untuk dibentuk yang baik (formability). Sebagai jawaban dari permintaan pasar, maka Voestalpine Stahl GmbH memperkenal suatu jenis baja dengan nama dagang ALFORM700M® dan ALFORM900M®.
ALFORM700M® merupakan suatu jenis baja HSLA dengan unsur paduan (microalloyed) berupa Titanium (Ti), Niobium (Nb) dan Vanadium (V) dengan proses berupa pengerolan panas (hot rolled). ALFORM700M® mempunyai yied strength ≥ 700 Mpa dan umumnya baja HSLA mempunyai yied strength 270 Mpa hingga 550 Mpa. Sedang ALFORM900M® merupakan pengembangan produk dari ALFORM700M® tentunya dengan kekuatan yang lebih tinggi bila dibandingkan ALFORM700M®.
Kata Kunci : HSLA, Microalloyed, ALFORM®, Voestalpine Stahl GmbH
I. Pendahuluan.
Seiring dengan peningkatan permintaan pasar (customer) akan perbaikan kualitas (Quality improvement) dan performance suatu produk, maka banyak dari dikalangan industri dan akademisi melakukan suatu riset dan pengembangan atas produk yang telah dihasilkannya.
Selain perbaikan pada dimensi teknologi, ekonomi, dan design product, pemilihan material juga menempati prioritas utama yang harus diperhatikan dalam program Quality improvement tersebut. Pengembangan (improvement) kekuatan material merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam program perbaikan yang terus menerus atas suatu produk (continues improvement) yang sedang berjalan.
Dalam dunia industri otomotif dan konstruksi teknik, akhir-akhir ini terjadi permintaan pasar yang tinggi akan kebutuhan baja yang mempunyai kekuatan yang semakin bertambah dan diimbangi dengan kemampuan untuk dibentuk yang baik (formability). Tujuan utama dari permintaan pasar industri otomotif dan konstruksi teknik ini adalah untuk mengurangi berat dari kendaraan ataupun berat dari elemen konstruksi itu sendiri (misal : pada lengan Crane). Pengurangan berat kendaraan ataupuan berat elemen konstruksi merupakan sebuah konsekuensi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dari kendaraan tetapi tetap memperhatikan faktor standar kenyamanan dan keselamatan bagi penggunanya. Pada mulanya, logam-logam tersebut dibentuk melalui proses pengerjaan dingin (cold working) dan juga pengerjaan panas (hot working) yang diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar. Meskipun pada kenyataannya bahwa logam yang telah mengalami pengerjaan dingin itu mempunyai beberapa akibat, antara lain : Tensile Strenght, Yield streghth dan Hardnessnya akan naik sedangkan keuletan (ductility) akan menurun sebanding dengan makin tingginya derajat deformasi dingin yang dialami. Selain itu juga perlu diketahui bahwa sebagian energi yang diberikan untuk mendeformasi logam itu dikeluarkan lagi sebagai panas dan sebagian lagi tetap tersimpan dalam struktur kristal sebagai energi dalam (tegangan dalam) yang dikaitkan dengan cacat kristal yang terjadi sebagai akibat dari deformasi. Jadi, secara sederhana bahwa setiap logam yang mengalami pengerjaan dingin itu pasti akan menyimpan sejumlah tegangan dalam sebagai akibat terjadinya sejumlah dislokasi. Sedang pada pengerjaan panas (hot working) tidak banyak mengalami perubahan sifat dan sifat-sifatnya relatip sama setelah dilakukan hot working.
Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan tersebut diatas, maka diperkenalkan dan kembangkanlah high strength steel dan ultra high strength steel yang diharapkan mampu menjawab permintaan akan pasar dunia industri otomotif dan konstruksi teknik. Salah satu dari pengembangan high strength steel dikenal dengan nama ALFORM700M® yang mempunyai kekutan tarik hingga mencapai 930 Mpa dan salah satu dari pengembangan ultra high strength steel dikenal dengan nama ALFORM900M® yang mempunyai kekutan tarik hingga mencapai 1100 Mpa
ALFORM® sebenarnya merupakan sebuah nama dagang hasil pengembangan dari high strength microalloyed dan thermomechanically rolled steel grade oleh Voestalpine Stahl GmbH. Konsep utama yang dikembangkan oleh Voestalpine Stahl GmbH adalah fokus pada 2 hal, yakni disatu sisi menitikberatkan pada high strength microalloyed dan thermomechanically rolled steel grade dan disisi lain pada transformation hardened (ferritic bainit, dual phase, multiphase, martensitic) grade steel.
II. Batasan Masalah
1. Pembahasan hanya terbatas pada baja ALFORM700M® dan ALFORM900M® yang diproduksi oleh Voestalpine Stahl GmbH.
2. Pembahasan mencakup komposisi kimia, sifat-sifat mekanik, proses perlakuan panas yang terjadi dan aplikasi baja ALFORM®.
III. Dasar Teori
III.1 Susunan Paduan
Suatu paduan (alloy) ialah campuran bahan yang memiliki sifat-sifat logam yang terdiri dari dua atau lebih komponen (unsur) yang sedikitnya satu komponen utamanya adalah logam (Sidney H. Avner, 1964: 147).
Suatu sistem paduan ialah suatu sistem yang terdiri dari semua paduan yang dapat terbentuk dari beberapa unsur dengan semua macam komposisi yang mungkin dapat dibuat.
Paduan dapat diklasifikasikan menurut strukturnya dan sistem paduan diklasifikasikan menurut Diagram keseimbangan (Diagram Fase).
Suatu paduan dapat berupa susunan yang homogen atau campuran. Jika berupa susunan yang homogen, paduan akan terdiri dari satu fase tunggal dan bila campuran maka paduan akan terdiri dari beberapa fase (multiphase).
Fase (phase) ialah bagian dari material, yang homogen komposisi kimianya dan strukturnya, dapat dibedakan secara fisik, dapat dipisahkan secara mekanik dari bagian lain material itu. Suatu fase dapat dibedakan dari fase lain dengan melihat keadaan fisiknya, ada fase gas, cair dan padat. Bagian material dengan komposisi kimia yang berbeda dikatakan sebagai fase yang berbeda. Struktur lattice juga membedakan satu fase dengan fase lainnya. Sebagai contoh pada logam yang memiliki sifat allotropi, setiap bentuk allotropinya merupakan fase tersendiri, walaupun komposisi kimia dan keadaan fisiknya sama. Lattice ialah gambaran 3 dimensi yang menghubungkan antar atom dengan garis imaginer. Sedang allotropi ialah suatu material dapat mempunyai lebih dari satu Kristal tetapi tetapi dalam keadaan padat (solid) yang tergantung pada temperatur.
a. Logam murni
Pada kondisi equilibrium, suatu logam murni akan mengalami perubahan fase pada suatu temperatur tertentu. Perubahan fase dari padat ke cair akan terjadi pada temperatur tertentu (dinamakan titik cair) dan perubahan ini berlangsung pada temperatur tetap hingga hingga seluruh perubahannya selesai. Demikian juga halnya dengan perubahan fase yang lain, berlangsung pada temperatur konstant.
b. Senyawa
Ialah gabungan dari beberapa unsur dengan perbandungan tetap. Senyawa memiliki sifat dan struktur yang sama sekali berbeda dengan unsur - unsur pembentuknya. Senyawa juga memiliki titik lebur ataupun titik beku tertentu yang tetap. Ada 3 macam senyawa yang umumnya dijumpai, antara lain : Intermetallic compound (logam-logam dengan sifat kimia berbeda mengikuti kombinasi valensi kimia), Interstitial compound (logam-logam transisi) dan Electron compound (memiliki perbandingan komposisi kimia mendekati perbandingan jumlah electron valensi dengan jumlah atom tertentu).
c. Solid solution (larutan padat)
Suatu larutan terdiri dari 2 bagian yaitu solute (terlarut) dan solvent (pelarut). Solute merupakan bagian yang lebih sedikit, sedang solvent adalah bagian yang lebih banyak.
III.2 Mekanisme Penguatan Logam
Secara umum mekanisme penguatan logam itu antara lain :
1. Mereduksi ukuran butir atau penghalusan butir (Grain refinement)
Pada prinsipnya, batas butir berfungsi sebagai pembatas pergerakan dislokasi. Jika ukuran butir mengecil maka jumlah penghalang akan naik sehingga kekuatan juga akan naik.
2. Pemaduan dengan larutan padat.
3. Pengerasan regangan (misalnya : Cold working)
4. Presipitasi Hardening
5. Perlakuan Panas (Heat Treatment)
Sifat mekanik tidak hanya tergantung pada komposisi kimia suatu paduan, tetapi juga tergantung pada struktur mikronya. Suatu paduan dengan komposisi kimia yang sama dapat memiliki struktur mikro yang berbeda dan sifat mekaniknya juga akan berbeda. Struktur mikro tergantung pada proses pengerjaan yang dialami, terutama proses laku panas yang diterima selama proses pengerjaan. Proses laku panas adalah kombinasi dari operasi pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam atau paduan dalam keadaan padat, sebagai suatu upaya untuk memperoleh sifat-sifat tertentu. Proses laku panas pada dasarnya terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dengan pemanasan sampai ke temperatur tertentu, lalu diikuti dengan penahanan selama beberapa saat, baru kemudian dilakukan pendinginan dengan kecepatan tertentu.
Heat Treatment, secara garis besar digolongkan dalam 2 jenis :
a. Near Equilibrium (Mendekati Kesetimbangan)
Tujuan umum dari perlakuan panas jenis Near Equilibrium ini diantaranya adalah untuk : melunakkan struktur kristal, menghaluskan butir, menghilangkan tegangan dalam dan memperbaiki machineability. Jenis dari perlakukan panas Near Equibrium, misalnya : Full Annealing (annealing), Stress relief Annealing, Process annealing, Spheroidizing, Normalizing dan Homogenizing.
b. Non Equilirium (Tidak setimbang)
Tujuan umum dari perlakuan panas jenis Non Equilibrium ini adalah untuk mendapatkan kekerasan dan kekuatan yang lebih tinggi. Jenis dari perlakukan panas Non Equibrium, misalnya : Hardening, Martempering, Austempering, Surface Hardening (Carburizing, Nitriding, Cyaniding, Flame hardening, Induction hardening).
III.3 Diagram Near Equilibrium Ferrite-Cementid
Equilibrium ialah tidak ada perubahan fasa dalam fungsi waktu (no change of phase with time). Diagram Ferrite-Cementid itu tidak sebenarnya diagram Equilibrium, karena pada kenyataannya sementid itu akan terurai menjadi besi (Fe) dan Carbon (C). Pada temperatur 700°C saja untuk merubah sementid itu butuh waktu beberapa tahun. Oleh karena itu diagram Ferrite-Cementid itu dianggap metastabil (sudah mendekati Equibrium). Meskipun demikian, “perubahannya” itu bisa dianggap sebagai equilibrium karena butuh waktu yang lama (pendinginan sangat lambat). Beberapa hal yang perlu diketahui dari diagram Near Equilibrium Ferrite-Cementid diatas, misalnya :
a. Kandungan Carbon
0,008%C = Batas kelarutan maksimum Carbon pada Ferrite pada temperatur kamar
0,025%C = Batas kelarutan maksimum Carbon pada Ferrite pada temperatur 723°C
0,83%C = Titik Eutectoid
2%C = Batas kelarutan Carbon pada besi Gamma pada temperatur 1130°C
4,3%C = Titik Eutectic
0,1%C = Batas kelarutan Carbon pada besi Delta pada temperatur 1493°C
Garis Liquidus ialah garis yang menunjukan awal dari proses pendinginan (pembekuan).
Garis Solidus ialah garis yang menunjukan akhir dari proses pembekuan (pendinginan).
Garis Solvus ialah garis yang menunjukan batas antara fasa padat denga fasa padat atau solid solution dengan solid solution.
Garis Acm = garis kelarutan Carbon pada besi Gamma (Austenite)
Garis A3 = garis temperature dimana terjadi perubahan Ferrit menjadi Autenite (Gamma) pada pemanasan.
Garis A1 = garis temperature dimana terjadi perubahan Austenite (Gamma) menjadi Ferrit pada pendinginan.
Garis A0 = Garis temperature dimana terjadi transformasi magnetic pada Cementid.
Garis A2 = Garis temperature dimana terjadi transformasi magnetic pada Ferrite.
c. Struktur mikro
Ferrite ialah suatu komposisi logam yang mempunyai batas maksimum kelarutan Carbon 0,025%C pada temperatur 723°C, struktur kristalnya BCC (Body Center Cubic) dan pada temperature kamar mempunyai batas kelarutan Carbon 0,008%C.
Austenite ialah suatu larutan padat yang mempunyai batas maksimum kelarutan Carbon 2%C pada temperatur 1130°C, struktur kristalnya FCC (Face Center Cubic).
Cementid ialah suatu senyawa yang terdiri dari unsur Fe dan C dengan perbandingan tertentu (mempunyai rumus empiris) dan struktur kristalnya Orthohombic.
Lediburite ialah campuran Eutectic antara besi Gamma dengan Cementid yang dibentuk pada temperatur 1130°C dengan kandungan Carbon 4,3%C.
Pearlite ialah campuran Eutectoid antara Ferrite dengan Cementid yang dibentuk pada temperatur 723°C dengan kandungan Carbon 0,83%C.
III.4 Transformasi Non Equilibrium
Diagram transformasi baja pada kondisi ekuilibrium memberikan sedikit sekali pengetahuan tentang pendinginan baja pada kondisi non ekuilibrium. Banyak ahli metallurgi berpendapat bahwa waktu dan temperatur transformasi austenite mempunyai pengaruh yang besar terhadap produk hasil transformasi dan properties baja. Karena austenit tidak stabil di bawah temperatur kritis bawah, sangat penting untuk diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk austenite selesai bertransformasi, dan bertransformasi menjadi apa pada akhirnya austenit tersebut pada temperatur konstan di bawah temperatur kritis bawah. Proses transformasi tersebut dinamakan Isothermal Transformation (IT), jadi secara sederhana Isothermal Transformation (IT) ialah perubahan pada temperatur constant dari austenite yang tidak stabil.
Diagram transformasi dapat dipakai untuk meramalkan struktur yang akan terjadi bila baja didinginkan dari temperatur austenisasi dengan laju pendinginan tertentu. Untuk meramal struktur yang dapat terjadi ini maka pada diagram transformasi digambarkan kurva pendinginan yang akan dialami baja itu. Sebagai contoh pada gambar dibawah ini digambarkan beberapa kurva pendinginan pada diagram transformasi dari baja karbon eutectoid (0,8% C).
Diagram transformasi semacam ini dinamakan diagram transformasi pendinginan kontinyu atau diagram CCT (Continuous Cooling Transformation). Bentuknya agak berbeda dibandingkan dengan diagram IT. Kurva transformasi tergeser sedikit ke kanan bawah dan pada baja karbon tidak terdapat daerah transformasi austenit-bainit. Ini disebabkan karana kurva awal transformasi austenite-bainite terhalang oleh kurva transformasi austenite-perlite.
Secara umum, pergeseran diagram Isothermal Transformation dipengaruhi oleh :
1. Kadar Carbon
semakin besar kadar Carbon, maka nose akan semakin bergeser ke kanan.
2. Unsur paduan
unsur-unsur paduan seperti : Mo, V, dll. Menggeser nose ke kanan sedang Cobalt akan menggeser nose ke kiri.
3. Pengasaran ukuran butir
Pengasaran ukuran butir austenite mempunyai efek yang sama dengan penambahan unsur paduan, ukuran butir yang kasar akan mengurangi ketangguhan dari baja. Karena itu jika ingin mengurangi critical cooling rate lebih baik menambahkan komposisi kimia daripada mengasarkan ukuran butir.
III.5 Klasifikasi Baja
Ditinjau dari komposisi kimianya, baja diklasifikasikan dalam :
1. Plain Carbon Steel, yaitu : suatu jenis baja dengan unsur utamanya berupa Fe dan C, tetapi masih terdapat unsur-unsur lain dalam jumlah yang relatip kecil yang tidak mempengaruhi sifatnya, misalnya : Mn (<1%);>a. Low Carbon Steel (kadar Carbonnya kurang dari 0,3%)
Steel Grade YS[Mpa] UTS[Mpa] A5Av(-20°C) % J
ALFORM700M® ≥ 700 750 - 930 ≥ 15 ≥ 40
ALFORM900M® ≥ 900 940 - 1100 ≥ 11 ≥ 40
Posted by
Okasatria Novyanto
at
10:13 PM
3
comments
Wednesday, April 1, 2009
Selamat Jalan Sang Veteran
Selamat Jalan Sang Veteran Perang Kemerdekaan RI(Sebuah kalimat perpisahan terakhir untuk sang Kakek tercinta Saim Bin Sawentaram)
Keesokan harinya, aku sudah sampai di Kutoarjo. Didepanku ada sesosok jasad yang sudah kaku dan sebentar lagi beliau akan dikebumikan. Kami sekeluarga sudah ikhlas dan ridho bila beliau dipanggil oleh-Mu ya Allah. Meski Rasa sedih, haru, ikhlas, dll. tumpah jadi satu, inilah sebuah takdir yang harus aku terima dengan lapang dada dan “legowo”.
Tidak terasa 24 tahun aku sudah mengenalmu, kakek. Selama itu pula aku belajar banyak hal akan makna kehidupan ini. Mulai dari ilmu agama Islam, jiwa dagang, cara bercocok tanam, sosial kemasyarakatan, dll. Aku masih ingat betul dan itu pasti akan selalu kuingat saat-saat dimana kita masih hidup dibawah garis kemiskinan. Kala itu aku masih kecil, aku ingat betul ketika kakekku bekerja dari pagi sampai larut malam jualan es lilin, rokok dan makanan kecil di depan gedung bioskop sawunggalih Kutoarjo (sekarang sudah tidak ada lagi). Aku tahu bahwa sebenarnya engkau sangat lelah dan ingin istirahat meski barang sesaat, kek. Namun, karena kerasnya hidup dan demi sesuap nasi serta agar dapur tetap mengepul, seakan-akan engkau tidak mengenal kalimat lelah lagi. Memang sesekali aku menggantikan jaga warungmu, kek. Tapi namanya juga anak kecil, aku justru sering mengambil makanan ataupun Es Lilin yang kau jual. Tapi anehnya, kau tidak pernah memarahi aku barang sekalipun karena engkau memaklumiku sebagai anak kecil saat itu.
Tahun 1986-2005, kau tidak pernah berharap terlalu banyak untuk diakui Negara sebagai seorang Pejuang RI (Veteran) sehingga setiap bulannya akan dapat tunjangan. Namun, ternyata Allah Maha Adil, karena seiring dengan jalannya waktu kami mengalami perbaikan ekonomi setahap demi setahap sampai kecukupan rizki seperti sekarang ini. Kala itu, kau selalu mengajarkan dan menanamkan kesabaran, tawakal dan pantang menyerah kepadaku dengan cara “mendongengkan cerita” setiapkali aku duduk dipangkuanmu, kek.
Kini, umurmu sudah 90 tahun. Dulu ketika aku masih baru saja memulai "penjelajahan dunia", aku selalu berdoa kepada Allah agar aku dapat kembali ke Pulau Jawa ataupun ke Indonesia sehingga ketika diakhir hayatmu aku paling tidak bisa berbakti kepadamu, baik dalam bentuk materi maupun kesempatan untuk merawatmu secara langsung karena sudah lanjut usia. Kini Doa itu sudah terjawab, meski hanya 2 tahun aku dapat merawatmu secara langsung ketika engkau sudah mulai udzur dan Pikun, aku sudah ikhlas dan legowo melepas kepergianmu, kakek. Semoga Allah Subhanahu Wa ta’la mengampuni segala dosa dan kesalahan kakekku, Amin.
Dalam kesempatan ini, saya mewakili keluarga besar Saim Bin Sawentaram mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada masyarakat Gang Koplak Semawung Daleman, Para tukang penggali Makam, Aparat pemerintahan kelurahan Semawung Daleman-Kutoarjo, Legiun Veteran RI, Koramil Kutoarjo, Polsek Mojotengah-Wonosobo, Dinas Pertanian Wonosobo, Masyarakat Mekarsari-Kalibeber, dll. yang telah bahu membahu secara gotong royong mengurus pemakaman kakek kami tercinta. Semoga Allah membalas kebaikan hati anda, Amin.
Posted by
Okasatria Novyanto
at
2:06 AM
1 comments
Saturday, January 31, 2009
Wong Cilik itu siapa, bOZ?
(Oleh Okasatria Novyanto)
Pemilu 2009 sudah didepan mata. Suhu politik tanah Air kian memanas. Aroma dan nuansa saling menjelek-jelekan antar lawan politik juga kian terasa. Hanya yang menjadi sebuah pertanyaan adalah apakah rakyat Indonesia sekarang masih mau dibodohi seperti dulu? Dulu, dengan Jargon “Wong Cilik” memang mampu mampu mengantarkannya ke singgasana pemerintahan. Namun kita juga harus mengakui bahwa pada masa pemerintahannya itu perguruan-perguruan tinggi Negeri ternama seperti UGM, UI dan ITB sudah mulai berubah menjadi BHMN dimana biaya kuliah mulai mahal sehingga akses rakyat miskin yang katanya “Wong Cilik” itu susah untuk melanjutkan kuliah dan kesulitan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Pada masa pemerintahannya pula banyak BUMN yang diprivatisasi dengan alasan pertimbangan ekonomi dan efisiensi. Selain itu pula satu hal yang membuat saya menangis adalah adanya pertumpahan darah di Tanah Rencong yang telah merengut ratusan nyawa saudara-saudara kami baik warga Aceh maupun anggota TNI-POLRI yang gugur di medan tugas, penanganan Illegal Logging dan Illegal Fishing yang belum jelas hasilnya, dll. Namun disisi lain, ternyata banyak juga prestasi yang ditorehkan pada pemerintahannya, misalnya : diawalinya pembangunan jembatan SURAMADU, mulai diberantasnya dan diburunya para Koruptor yang memakan uang Negara (Rakyat), program Sembako Murah, program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan masih banyak prestasi positip lainnya.
Namun apakah pemerintahan yang sekarang ini lantas tidak berhasil? Saya kira tidak. Banyak prestasi positip yang telah diberikan oleh pemerintahan kabinet Indonesia Bersatu ini, misalnya : Terwujudnya perdamaian di Bumi Serambi Mekah sehingga pertumpahan darah dapat dihentikan, dilanjutkannya program pemberantasan korupsi (jelas arah dan hasilnya), hampir selesainya pembangunan jembatan SURAMADU, dimulainya program percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan untuk kawasan Batam, Bintan, dll. Disamping itu juga adanya perbaikan dan peningkatan kualitas aparatur pemerintahan dalam pelayanannya kepada masyarakat (untuk tidak melakukan PUNGLI) termasuk juga pelayanan POLRI kepada masyarakat, program RASKIN, program modernisasi sistem ALUTISTA TNI, dan masih banyak prestasi positip lainnya. Namun, jangan lupa bahwa pada pemerintahan sekarang itu juga masih ada raport merah yang perlu diperbaiki lagi, misalnya : belum tuntasnya pemberantan Illegal Logging dan Illegal Fishing, Biaya kuliah dan pendidikan yang masih tetap tinggi sehingga akses rakyat miskin untuk mengenyam tingkat pendidikan yang lebih tinggi itu masih tetap terbatas, program konversi minyak tanah ke Gas yang terkesan dipaksakan sehingga dampak positip program ini kurang dirasakan oleh masyarakat, dll.
Jadi intinya setiap masa pemerintahan itu punya “seni” tersendiri dalam mengatur dan membangun masyarakat Indonesia yang heterogen ini. Dan menurut pendapat saya, kurang tepat jika mengatakan pemerintahan sekarang itu seperti “YOYO”. Atas dasar riset apa orang yang katanya Negarawan mengatakan seperti itu? Apakah ini merupakan sebuah “seni” politiknya dalam rangka menarik simpati masyarakat tetapi dengan cara menjelek-jelekan pemerintahan sekarang? Lantas apakah “Wong Cilik” itu benar-benar dia bela serta diperjuangkan ketika masa pemerintahannya dulu? Jawabnya : ada tangan rakyat Indonesia itu sendiri. Rakyat sekarang sudah cerdas dan dewasa dalam menilai.
Intinya, saya hanya memberikan masukan bahwa seyogyanya seorang Negarawan itu mempunyai etika politik yang arif dan bijaksana sehingga jauh dari kesan menjelek-jelekan lawan politiknya. Ingat, bahwa seorang Negarawan sejati itu akan memberikan yang terbaik untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara tanpa memandang asal Partai Politik, Agama, Ras dan Suku bangsa.
Semoga tulisan sederhana ini akan menjadi sebuah penyejuk dalam menghadapi suhu politik yang kian memanas menjelang Pemilu 2009 ini.
Read More......
Posted by
Okasatria Novyanto
at
8:24 PM
0
comments
Sawah Vs Hutan Beton di Kalibeber
Read More......
Posted by
Okasatria Novyanto
at
8:18 PM
1 comments





























